Unsur Politik Yang Menggigit Insiden Ratna Sarumpaet dan Pembakaran Bendera Tauhid

Your Ads Here
Unsur Politik Yang Menggigit Insiden Ratna Sarumpaet dan Pembakaran Bendera Tauhid, Disadari atau tidak bahwa kita sebagai warga negara sudah digiring kepada masalah dan fenomena yang tidak menentu, kepastian ekonomi yang samakin menjadi-jadi, nilai rupiah yang tidak ada kepastian stabilnya serta hal-hal yang diluar akal, kesemuanya ini berada di tangan diktaktor yang sudah berkuasa selama 4,5 tahun. Seharusnyalah penguasa mengelola negara dengan baik, sebelumnya pun begitu ketika negara kita ini dipimpin oleh SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) selama 2 kali berkuasa, nyatanya tidak separah sekarang, saat ini ada peristiwa dan insiden yang tidak biasa, seperti diskriminasi ulama, kriminalisasi ulama yang menimpa para tokoh ulama di negara ini, sebelum-sebelumnya tidak seperti ini, kita hidup bukan di negara Afrika atau negara Islam manapun, apakah karena salah kelola ataukah salah penguasa pimpinan yang tidak bisa mengurusi secara kaffah negara ini. 


Berikutnya, ketika ketimpangan-ketimpangan inilah yang menjadi dasar untuk memilih pemimpin yang baru di negara kita ini, dan ketika dan menjelang berakirnya rezim ini diputuskan untuk mencari sosok pemimpin yang bisa mengelola serta mengembalikan kebhinekaan, toleransi yang selama ini hilang karena ulah sendiri. Setelah dipikirkan siapa calon atau rival penguasa sekarang, maka Prabowo dan Sandilah sebagai penantang berikutnya di Pilpres 2019 mendatang.  Kehadiran inilah yang sekarang seakan menjadi tandingan yang sangat alot, kedua capres-capres itulah memanfaatkan momentum dengan menunjuk KH. Maaruf Amin sebagai buldozer dengan tujuan mengeruk sebanyak-banyaknya umat Islam untuk bisa memilih kembali Jokowi presiden patahana. 

Di luar dugaan, umat Islam terpecah menjadi beberapa bagian, ada yang Pro Jokowi dan Pro Prabowo. Persaingan ini kalah tampang, capres kubu 01 tampang sudah uzur dan kubu 02 tampang ganteng, tentu saja mereka para emak-emak ngefans sejadi-jadinya kemudian kaum mudapun ikut-ikutan, semuanya mendukung pasangan nomor 02 tersebut. Ketidaksignifikan inilah membuat pasangan kubu 01 menjadi berang, hingga suatu ketika pihak kubu 01 membuat ontran-ontran agar masyarakat menjadi tertipu semantara seperti menyuruh si ratna untuk mengaku dipukuli oleh beberapa orang tetapi hal tersebut diketahui bohong, padahal si ratna adalah tim sukses pasangan 02, hal tersebut hingga masyarakat seakan menjadi buldozer dan memaki-maki pasangan kubu 02, yang kedua kejadian pembakaran bendera yang bertuliskan kalimat Tauhid, yang kemudian terjadilah suatu peristiwa seperti demo-demo dan lain sebagainya, semua perbuatan itu tentu ada aktor tertentu yang pura-pura menjadi anggota Banser (susupan) tujuanya adalah untuk memporak-porandakan tatanan keakuran yang selama ini terjalin. 

Kubu mereka memang kalah saing dengan kubu 02, kubu 02 dapat diterima oleh masyarakat secara sadar dan nalar, ditambah dengan kondisi negara kita yang carut marut tidak genah. Inti dari itu semua insiden Ratna dan bakar bendera Tauhid adalah kalah saing saja, dari kubu 01, bisa saja mereka membayar anggota Banser atau anggota PKI yang menyamar sebagai anggota Banser untuk membuat kisruh negara kita ini.  Dengan fenomena ini kejadian tersebut bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua. Semoga kedepanya umat Islam dan masyarakat beratu padu untuk memilih seorang kepala negara yang jumawa, adil, sopan santun, energik dan bisa diterima masyarakat manapun, suku apapun, agama apapun, ras apapun dan lain sebagainya guna meraih masyarakat adil dan makmur.
Your Ads Here
Unsur Politik Yang Menggigit Insiden Ratna Sarumpaet dan Pembakaran Bendera Tauhid Rating: 4.5 Diposkan Oleh: berita tegal


Top