Polisi mendesak keluarga untuk membawa data untuk identifikasi

Your Ads Here
Polisi telah meminta keluarga korban pesawat Lion Air yang jatuh untuk melaporkan dan membawa dokumen yang diperlukan untuk identifikasi ke Rumah Sakit Polisi Said Sukanto di Jakarta. Direktur Polisi Indonesia untuk Identifikasi Korban Bencana Senator Pol. Lisda Cancer menyatakan bahwa dalam pesan singkat di sini pada hari Senin.

Dari data yang diperlukan untuk identifikasi adalah sidik jari yang dapat diperoleh dari sertifikat, cetakan gigi dari dokter gigi korban, dan informasi tentang pakaian korban. Dia juga meminta orang tua korban atau anak-anak untuk mengunjungi rumah sakit untuk pencocokan DNA.

Pesawat JT610 milik Lion Air, yang membawa 189 orang naik, jatuh di perairan Karawang di Jawa Barat pada hari Senin. Pesawat lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta di Jakarta pada pukul 6:10 pagi waktu setempat dan sedang dalam perjalanan ke Pangkalpinang, tetapi kehilangan kontak pada pukul 6:33 pagi waktu setempat.

Pesawat naas itu telah meminta untuk kembali ke pangkalan sebelum menghilang dari radar. Pesawat itu membawa 178 penumpang dewasa, tiga bayi, dan tujuh anggota awak serta dua pilot. Lima awak kabin, tiga pramugari dalam pelatihan dan seorang teknisi juga ikut serta.

Sementara itu, Erzaldi Rosman Djohan, Gubernur Bangka Belitung telah meminta staf bandara untuk mengumpulkan data tentang keluarga korban, kemudian dua orang dari perwakilan keluarga akan berangkat ke Jakarta.

"Dua orang dari perwakilan keluarga akan dikirim ke Jakarta karena pos darurat berada di Bandara Soekarno Hatta," kata pers.

Pihak berwenang Indonesia telah mendirikan pos komando darurat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng, untuk menangani kecelakaan itu.
Your Ads Here
Polisi mendesak keluarga untuk membawa data untuk identifikasi Rating: 4.5 Diposkan Oleh: berita tegal


Top